Market Highlights : Weekly Technical Analysis COPPER & ALUMINIUM (LME) - Telequote Real Time Data
COPPER
Harga untuk minggu depan bergerak di kisaran $10550 - 10800 dengan tren jangka pendek cenderung bearish moderat, namun belum menunjukkan kejatuhan tajam lebih ke konsolidasi. Support utama bergerak di kisaran $10550 - 10600 dan support kedua di kisaran $10400 - 10450. Resistance utama bergerak di kisaran $10750 - 10800 dan resistance kedua di kisaran $10900 - 11000.
Faktor fundamental :
Harga tembaga di pasar LME saat ini dipengaruhi oleh keseimbangan yang rapuh antara sisi permintaan global dan pasokan tambang yang masih terbatas. Dari sisi produksi, beberapa tambang besar dunia menghadapi kendala teknis dan logistik, sementara proyek ekspansi baru berjalan lambat akibat biaya tinggi dan kebijakan lingkungan yang lebih ketat.
Permintaan tetap kuat dari sektor listrik, infrastruktur, serta transisi energi hijau, terutama untuk kendaraan listrik, jaringan listrik, dan proyek energi terbarukan. Namun, permintaan dari sektor konstruksi dan manufaktur tradisional menunjukkan perlambatan di beberapa wilayah, khususnya di Tiongkok dan Eropa.
Selain itu, nilai dolar AS dan kebijakan suku bunga global menjadi faktor penting karena mempengaruhi daya beli komoditas berbasis USD. Jika dolar menguat, harga tembaga cenderung tertekan, dan sebaliknya. Dari sisi pasokan, level persediaan di LME masih relatif rendah, mendukung stabilitas harga walau ada tekanan korektif jangka pendek.
Secara keseluruhan, fundamental tembaga masih positif jangka menengah, dengan potensi kenaikan terbuka apabila permintaan industri energi terbarukan terus meningkat dan pasokan global tidak segera bertambah signifikan.
ALUMINIUM
Harga untuk minggu depan bergerak di kisaran $2830.00 – 2900.00 dengan tren pergerakan jangka pendek cenderung bearish moderat atau sideways di area bawah. Support utama bergerak di kisaran $2830.00 – 2850.00 dan support kedua di kisaran $2780.00 – 2800.00. Resistance utama bergerak di kisaran $2870.00 – 2900.00 dan resistance kedua di kisaran $2920.00 – 2950.00.
Faktor fundamental :
Fundamental aluminium masih berputar di antara faktor produksi yang ketat dan permintaan yang beragam. Di sisi produksi, biaya energi yang tinggi dan kebijakan lingkungan yang membatasi emisi karbon menahan kapasitas produksi baru, terutama di China dan Eropa. Hal ini membuat pasokan global tidak bertambah banyak meski permintaan cenderung meningkat secara bertahap.
Dari sisi konsumsi, aluminium mendapat dukungan kuat dari sektor otomotif, transportasi ringan, serta proyek energi hijau dan konstruksi berkelanjutan. Namun, permintaan dari sektor real-estate dan manufaktur konvensional belum sepenuhnya pulih, sehingga momentum kenaikan harga masih tertahan.
Inventori global menunjukkan tanda-tanda stabil, sementara risiko geopolitik seperti ketegangan dagang, sanksi, dan perubahan tarif impor masih menjadi faktor yang dapat mempengaruhi arus pasokan dan harga. Nilai dolar AS yang fluktuatif juga menambah dinamika pada harga logam ini.
Secara umum, fundamental aluminium saat ini cenderung netral ke positif, dengan harga bergerak stabil di tengah keseimbangan antara tekanan biaya produksi dan permintaan industri yang perlahan meningkat.
Kesimpulan :
Copper maupun Aluminium di pasar LME menunjukkan pola pergerakan yang masih berhati-hati setelah periode volatilitas yang cukup tinggi. Keduanya sama-sama bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan korektif di jangka pendek, namun dengan dasar fundamental yang masih mendukung stabilitas di jangka menengah.
Untuk Copper, tekanan jual minggu ini menunjukkan adanya profit-taking dan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi, namun permintaan struktural dari sektor energi hijau dan kelistrikan tetap menjadi faktor penopang. Jika sentimen makro membaik dan data ekonomi menunjukkan peningkatan aktivitas industri, harga berpotensi kembali menguat.
Sementara Aluminium cenderung bergerak dalam kisaran yang relatif sempit, menunjukkan pasar sedang menunggu arah baru dari sisi pasokan energi dan permintaan industri. Keterbatasan produksi global menjadi bantalan alami terhadap tekanan penurunan yang lebih dalam.
Secara keseluruhan, kedua komoditas logam dasar ini masih berada pada fase konsolidasi dengan kecenderungan positif jangka menengah, dengan peluang penguatan kembali apabila kondisi makro global membaik, stok tetap terbatas, dan dorongan permintaan industri berlanjut.
06112025 - Team Market Analysis Telequote Indonesia - PT. Equator Telequote Indonesia